Rahasia Bahagia

Bagi Anda Pencari Kebahagiaan Sejati

Posts Tagged ‘selingkuh’

Benarkah Selingkuh Bikin Ketagihan?

Posted by Siel pada 16 Agustus 2009

Bisakah kembali mempercayai pria yang pernah mengkhianati?

Laporan wartawan C6-09 Nadia Felicia

SELINGKUH bisa bikin ketagihan? Mendapati orang yang Anda sayangi berselingkuh pasti sakitnya tak tertahankan. Berhari-hari memikirkan alasan mengapa ia sampai hati berselingkuh. Apa yang salah dengan hubungan Anda? Setelah mencoba mencari jawaban yang rasional untuk menemukan ketenangan batin, ia tiba-tiba datang kembali pada Anda untuk merajut cinta yang lama.

Pertanyaan-pertanya an menghantui pikiran: Apakah aku harus memaafkannya? Apakah ia akan setia kali ini? Apakah ia akan berselingkuh lagi? Ketika masih ada rasa terpendam, hati serasa tercabik-cabik. Antara perasaan yang masih ingin bersamanya atau rasa harga diri yang tak ingin kembali padanya.

Tak mudah menghadapi pasangan yang pernah berselingkuh dari kita, dan Anda bukan satu-satunya orang yang harus melewati ini sendirian. Riset menunjukkan bahwa bahkan di antara pasangan yang sudah menikah, perselingkuhan terjadi pada sekitar 22 persen pria dan 13 persen wanita yang berselingkuh. Bahkan, pasangan yang mengaku ‘bahagia’ dengan pernikahannya pernah berselingkuh.

Namun berita baiknya: pasangan yang memiliki chemistry yang kuat cenderung bisa melewati krisis semacam ini. Tak hanya itu, mereka yang memiliki chemistry kuat bahkan bisa menjadi lebih erat dan menghapuskan keinginan berselingkuh untuk selamanya. Di beberapa kasus, pasangan bisa belajar dan bertumbuh dari sakitnya badai hubungan emosional, biasanya saat-saat setelah terjadinya pertengkaran.

Tentu saja ada beberapa tipe ‘player’ yang akan kembali mengulang dan mengulang berselingkuh. Tipe-tipe semacam inilah yang harus dihindari. Lalu, bagaimana caranya menghadapi tipe peselingkuh kronis?

Diana Kirschner, PhD, ahli hubungan, mengatakan bahwa setidaknya ada 5 tanda yang bisa Anda lihat dari si dia, apakah ia peselingkuh kronis atau hubungan ini masih bisa dipertahankan;
1. Dia amat sangat menyesal tentang perselingkuhan yang ia lakukan. Perhatikan tanda-tanda penyesalan dan permintaan maaf yang datang dari dalam hatinya. Apakah ia benar-benar menerima bahwa keadaan ini merupakan kesalahannya?

2. Ia memutuskan hubungan total dengan orang ketiga tersebut.

3. Ia menunjukkan apresiasi dan kesetiaan yang baru kepada Anda.

4. Anda dan pasangan jadi lebih terbuka, sering berbicara lebih mendalam dan jujur tentang perasaan dan hubungan. Masing-masing memiliki keinginan untuk lebih baik dan meningkatkan hubungan.

5. Ia secara sukarela ingin mengikuti terapi atau berdiskusi dengan pakar untuk lebih mendalami dirinya dan bagaimana meningkatkan hubungan Anda dan dia ke arah yang lebih baik.


Tanda-tanda di atas bisa mengindikasikan bahwa pasangan Anda benar-benar menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya. Namun, Anda tetap harus waspada, selalu ada kemungkinan ia untuk jatuh ke lubang yang sama. Lalu, bagaimana mengetahui bahwa ia berselingkuh (lagi)?

- Ia jadi sering bekerja dan pulang telat.
– Tiba-tiba ia harus bepergian yang tak mengikutsertakan Anda.
– Ia menghabiskan waktu melakukan kegiatan yang ia senangi tanpa adanya Anda.
– Sering ada telepon-telepon misterius yang tiba-tiba ditutup.
– Menemukan hal-hal yang tak bisa dimengerti, seperti nota penginapan atau nota hadiah yang bukan untuk orang Anda kenal.
– Penurunan keintiman antara Anda dan dia.
– Ia lebih mudah marah dan terasa jauh.

Persiapkan hati Anda untuk kemungkinan terjadinya “Perang Dunia III”, namun jangan dinanti-nantikan. Jika Anda memutuskan untuk membuang perasaan sakit hati yang telah terjadi dan ingin memaafkan pasangan, biarlah apa yang sudah terjadi, terjadilah. Namun jika ia terbukti melakukan kesalahan yang sama untuk kali kedua, sudah saatnya Anda mencari pasangan lain yang lebih bisa menghargai Anda dan arti sebuah hubungan. Lanjutkan hidup Anda dan jangan biarkan orang yang sudah menyakiti hati tadi menghancurkan hubungan Anda dengan orang lain di kemudian hari. Perlu diingat untuk melupakan sakit hati yang pernah terjadi agar bisa melanjutkan hubungan dengan pasangan selanjutnya. Lambungkan terus semangat karena masa depan ada di tangan Anda.

Diana juga menambahkan bahwa ujar-ujar, sekali peselingkuh tetap peselingkuh, tak selalu benar. Memaafkan dan kembali bersama adalah salah satu pilihan. Jika Anda pernah dikhianati dan ingin mencobanya kembali, coba dan jalanilah. Hanya ingat, bahwa Anda memutuskan untuk mengambil risiko, jangan biarkan rasa takut menguasai Anda. Di saat yang sama, perhatikan tindak tanduk si dia agar bisa mengira ke mana arah hubungan Anda berjalan. *

Diambil dari : Berbagai Sumber

Posted in Ikatan, Pasutri | Dengan kaitkata: , , | 8 Comments »

Pasca Perselingkuhan

Posted by Siel pada 16 Agustus 2009

Oleh: Lindsay – Amsterdam*)

Kata SeIingkuh bagi sebagian besar orang merupakan akronim dari Selingan Indah Keluarga Utuh atau Runtuh. Tulisan ini merupakan sebuah renungan dan bahan pertimbangan untuk menjawab pertanyaan apakah Rumah Tangga (RT) akan dapat tetap dipertahankan secara UTUH ataukah justru terpaksa DIBUBARKAN/ DIRUNTUHKAN karena tidak ada jalan keluar lainnya setelah perselingkuhan terjadi? INILAH TEORI SEBUAH PERKAWINAN YANG SEMPURNA.

Kita sering berpikir bahwa ketidakjujuran dan ketidaksetiaan dalam perkawinan hanya terjadi pada Rumah Tangga orang lain, tidak mungkin terjadi pada RT kita sendiri. Kesetiaan dalam Perkawinan dalam RT kita berlangsung seumur hidup, terutama bagi penganut agama tertentu.

Janji yang diucapkan dalam Perkawinan harus selalu diingat, dijaga dan merupakan sebuah pegangan untuk menyelesaikan segala masalah dan persoalan yang timbul dalam bahtera RT (dalam keadaan susah dan atau senang, dalam keadaan sakit dan atau sehat hingga kematian memisahkan kita). Tidak peduli apakah CINTA dalam Perkawinan sudah habis atau masih ada, yang jelas ANAK-ANAK sebagai tanda bukti CINTA yang pernah ada diantara pasangan suami istri (pasutri) tersebut telah menjadi Manusia seutuhnya yang kehidupannya perlu dijaga dengan baik dan sesempurna mungkin oleh pasutri pendiri keluarga baru ini.

INILAH TEORI SEBUAH PERKAWINAN. Namun di dalam praktek sehari-hari, tidaklah mudah dijalankan karena rasa sakit hati dan kebingungan yang dialami sangat hebat dampaknya baik terhadap pribadi/individu pasutri tersebut maupun terhadap relasi/hubungan yang telah sekian lama dibangun. Usaha-usaha yang dilakukan seseorang untuk menyelesaikan atau mengakhiri perselingkuhan justru bisa dianggap boomerang bagi pasangannya.

Dalam tulisan ini, akan dibahas tentang apa yang terjadi dalam perselingkuhan itu sendiri serta kemungkinan jalan penyelesaian setelah perselingkuhan terjadi.

APA YANG TERJADI DALAM PERSELINGKUHAN

Perselingkuhan adalah suatu perbuatan melampaui “batas” dalam ikatan perkawinan. Dalam sebuah perselingkuhan, ada orang lain yang baik dengan sengaja maupun tidak sengaja diundang atau dibiarkan untuk masuk ke dalam batas-batas ikatan perkawinan, yang hingga kini masih dianggap hanya dapat dijalani oleh dua orang individu saja. Sampai sejauh mana “batas-batas” ikatan perkawinan tersebut harus dijaga, hal ini sangat relatif bagi setiap individu, seseorang berpendapat: “kalau hanya sebatas melirik, memberikan signal kepada lawan jenisnya, atau kencan pokoknya tidak dilanjutkan ke tempat tidur, itu masih dimungkinkan”, namun belum tentu pasangannya beranggapan sama seperti itu.

Perbuatan yang disebut diatas merupakan perbuatan yang seharusnya hanya ditujukan kepada pasangannya, jika dibagikan kepada orang lain, maka dianggap sebagai perbuatan “bermain api”. Semakin seseorang menghormati dan menjaga “batas ikatan perkawinan”, sebenarnya semakin besar nilainya yang perlu dijunjung tinggi dan dibangun dalam ikatan perkawinan ini.

Perselingkuhan sebagai kompensasi untuk mengisi kekurangan, biasanya diawali dengan ketidaksetiaan kepada pasangan sebagai kompensasi untuk mengisi kekurangan atau ketidakpuasan dalam hal misalnya pasangannya kurang bisa diajak untuk berkomunikasi atau bertukar pendapat, kurang menghormati pendapatnya, kurang pandai menganalisa suatu kejadian, kurang pandai memberikan masukan dalam mengatasi sebuah masalah yang dihadapi RT, kurang mendapat perhatian dari pasangannya, kurang menghormati perilaku dan kebiasaan, kurang mendapat penghargaan atas usaha yang telah dilakukan bahkan selalu dicemooh atau dihina sehingga merasa disepelekan karena usahanya tidak pernah dianggap berhasil.

Peristiwa lainnya adalah misalnya karena disebabkan ketidakpuasan di tempat tidur dan bahkan disebabkan karena kerinduan untuk mendapatkan keturunan tidak dapat dipenuhi oleh pasangannya. Perselingkuhan merupakan perbuatan egois seorang individu yang hanya mementingkan kebutuhannya sendiri, tanpa memperhitungkan perasaan pasangannya sama sekali; merupakan perbuatan tidak dewasa dan kurangnya tanggung-jawab; perbuatan kurang bisa menahan diri dari dorongan hatinya untuk mendapatkan kenikmatan tertentu (uang, kesenangan, seks, perhatian, kata-kata indah, kebebasan, kebahagiaan dlsb).

KETIDAKSETIAAN DAN PERSELINGKUHAN

Namun demikian tidak selalu ketidaksetiaan dianggap sebagai suatu perselingkuhan, contohnya adalah seorang istri yang membiarkan dan bisa menerima kebiasaan suaminya mengunjungi prostitusi, namun sebaliknya ada pula seseorang yang menganggap persahabatan antara pasangannya dengan rekan kerjanya sebagai sebuah ancaman bagi keutuhan teritorial RTnya, padahal pasangannya tetap setia tidak pernah melakukan penyelewengan apapun dengan rekan kerjanya.

Kadang pula perselingkuhan hanya dilakukan dengan satu kali hubungan sex dengan orang lain yang bukan pasangannya atau justru hubungan cinta yang berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama dengan orang lain yang bukan pasangan hidupnya. Tidak jarang pula terjadi bahwa seseorang yang setia ini tidak mengetahui bahwa pasangannya telah melakukan perselingkuhan, baru belakangan ia ketahui setelah ditemukan fakta-fakta dan pembuktian-pembukti an yang tadinya sama sekali tidak pernah diduganya; pada saat itu, terasa dunianya runtuh.

AKIBAT PERSELINGKUHAN DALAM IKATAN PERKAWINAN

Sebuah hubungan dalam ikatan perkawinan merupakan suatu pengorbanan yang sedikit demi sedikit dibangun dan diinvestasikan. Bukan hanya materi semata-mata yang dibangun (seperti uang tabungan, rumah yang didiami atau mobil, saham yang dimiliki dan segala pristise) tetapi juga segala usaha, kebiasaan, perasaan, pengertian, kepercayaan yang dikorbankan dan dibangun dari nol. Sudah merupakan kebutuhan dasar pribadi seorang manusia bahwa dirinya menjadi tempat utama bagi pasangannya untuk curhat, untuk membicarakan hal-hal yang sangat penting dan confidential (rahasia dan sangat pribadi), untuk memecahkan segala persoalan secara bersama, untuk menjadi dirinya sendiri secara utuh tanpa ragu-ragu dan malu-malu bahwa akan dicemohkan oleh pasangannya tersebut.

Jadi dalam sebuah hubungan perkawinan yang sehat sangat penting didasari filosofi bahwa seseorang sebagai pribadi/individu memegang peranan penting dan tempat pertama bagi pasangan masing-masing dengan mengesampingkan peran individu lainnya sebagai orang luar dalam kehidupan perkawinan. Dengan kata lain, hubungan di dalam Perkawinan sangat khusus /ekslusif hanya berlaku untuk keduanya dan tidak ada tempat bagi orang ketiga.

Tentu saja anak-anak merupakan perhatian utama bagi keduanya, namun bukan berarti posisi pasutri diambil alih sepenuhnya demi kepentingan anak-anak ini. Jika tiba-tiba keadaan ini berubah akibat peselingkuhan, terjadilah benturan-benturan dan situasinya menjadi tidak pasti lagi dalam ikatan perkawinan ini. Mulailah timbul pertanyaaan- pertanyaan seperti “Apakah saya masih punya arti dalam kehidupanmu? , kamu pikir siapa kamu ini, bisa memperlakukan saya semena-mena seperti itu, apa artinya semua yang telah saya korbankan untuk mu?, dan apa saya masih bisa mempercayai kamu?”.

Perselingkuhan mempunyai dampak psikologis yang sangat negatif dan sangat menyakitkan yang pernah dirasakan seorang individu dewasa. Mempunyai peringkat kedua setelah kesedihan akibat meninggalnya seorang anak.

Dampak psikologis ini akibat hilangnya harga diri, rasa hormat, rasa aman, kenyamanan dan kepercayaan yang telah bertahun-tahun dibangun serta rasa dilecehkan oleh pasangannya yang bersekongkol dengan orang ketiga. Tentu saja Perselingkuhan dirasakan bebeda-beda oleh setiap individu perorangan sebagai pasangan yang setia atau bukan pelaku perselingkuhan. Seseorang memandang bahwa perselingkuhan merupakan hal yang bisa dimaafkan, namun bagi sebagian orang merupakan perbuatan yang tidak mungkin dimaafkan, karena sesuatu miliknya yang berharga telah dicuri oleh orang ketiga dan tidak pernah bisa dikembalikan lagi.

Hubungan yang retak tidak mungkin menjadi utuh kembali. Bagi sebagian orang, perselingkuhan dianggap sebagai sebuah pesan kepada pasangannya bahwa pasangan masing-masing harus memperbaiki hubungan yang ada.

Signal-signal/ tanda-tanda biasa yang disampaikan oleh para pasangan masing-masing ini selalu dikesampingkan karena itu dengan membuktikan bahwa dirinya masih menarik untuk orang lain selain pasangannya akan membuka mata / membangunkan pasangannya bahwa yang mereka miliki perlu benar-benar dipelihara/dijaga dan bukan untuk disepelekan. Namun perlu ditegaskan bahwa Cinta dalam ikatan perkawinan bukan suatu upah atau imbalan bagi seseorang yang telah melakukan perbuatan sesuai kehendak pasangannya. Justru Cinta harus ditanam dan dipupuk sejak awal apabila pasutri menginginkan bahwa kelak nanti cinta ini berkembang dan memberikan hasil /panen yang dapat dituai.

MENGAMBIL SIKAP, PASCA PERSELINGKUHAN

Suatu hal yang penting adalah pasutri tersebut harus mengambil sikap atau menentukan jalan mana yang harus dipilih. Apakah ikatan perkawinan ini masih dapat dilanjutkan atau tidak?. Apakah masing-masing pasutri bersedia memberikan kesempatan kepada pasangannya untuk mempertahankan ke- UTUH-an keluarga atau rela Keluarganya menjadi RUNTUH?. Jika keUTUH-an keluarga yang dipilih, perlu dibuat komitmen diantara pasangan, tentu pembuatan komitmen ini bisa dibantu dengan cara konsultasi keluarga.

MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN KELUARGA

Memperbaiki keadaan bukan suatu hal yang mudah dijalani, terutama memperbaiki kepercayaan merupakan perbuatan yang memerlukan waktu panjang. Luka yang ada akibat perselingkuhan tidaklah mudah sembuh. Pemikiran bahwa ketidak jujuran dan ketidak setiaan merupakan akhir dari sebuah relasi/ikatan perkawinan selalu menghantui dalam perjalan waktu untuk menuju perbaikan relasi. Komunikasi diantara pasutri tidak lagi berjalan lancar.

Untuk mengembalikan ke situasi sebelum terjadinya perselingkuhan perlu dilakukan langkah-langkah /tahapan sebagai berikut: Bagi pelaku perselingkuhan pertama-tama harus bersedia dalam tahapan pertama untuk: – mengakui kesalahannya, – meminta maaf kepada pasangannya dan – memaafkan dirinya sendiri. Jika hal ini belum bisa dilakukan, niscaya hubungannya dengan pasangannya tidak mungkin pulih kembali. Tahapan kedua: – mampu memilih jalan untuk menghentikan perbuatan sebelumnya dan mengakhiri hubungannya dengan orang ketiga tersebut. Bagi Pasangan bukan pelaku Perselingkuhan (Pasangan Setia) bersedia malakukan hal-hal sebagai berikut: – memaafkan pasangannya dan bersedia melupakan kejadian perselingkuhan tersebut, – bersedia melangkah bersama pasangannya kembali, – menghapus pikiran benci dan selalu menyalahkan pasangannya apalagi orang ketiga.

SEBUAH EPISODE YANG DITUTUP DAN MEMULAI LEMBARAN BARU

Motto yang penting bagi para pihak yaitu masing-masing mempunyai kesadaran bahwa “Orang ketiga dalam RT ku telah memilih hidupnya sendiri dan pasanganku telah memilih untuk meneruskan keutuhan keluarga ini”. Selama pasutri masih memikirkan atau membawa-bawa nama orang ketiga dalam setiap perselisihan yang terjadi dalam RT, maka berarti pasutri ini belum mampu untuk menjalani lembaran baru. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa masing-masing baik pelaku perselingkuhan maupun orang ketiga harus memfokuskan diri untuk mencapai kesusksesan penyelesaian masalahnya sendiri-sendiri. Para pelaku perselingkuhan dan orang ketiga dilarang untuk berurusan lagi atau katakan saja sudah tidak punya urusan lagi satu dengan yang lain apalagi ikut campur dalam usaha mencapai keberhasilan masing-masing untuk mempertahankan keutuhan keluarganya.

Sukses tidaknya pelaku perselingkuhan dan orang ketiga meneruskan hidup masing-masing, itu merupakan soal belakangan, yang tidak perlu didiskusikan oleh keduanya. Yang penting adalah bahwa pasutri harus membuka Lembaran baru, sekalipun jika dari perselingkuhan ini telah lahir anak (anak-anak) luar nikah. Pasangan setia ini mampu bersedia menerima anak-anak tdak berdosa ini sebagai anak/keturunan pasangannya yang juga merupakan bagian dari keluarganya (adik atau kakak tiri dari anak-anak kandungnya). Jika lembaran baru tidak dapat dimulai, maka dengan sangat terpaksa pasangan harus memulai hidup baru masing-masing. Dengan kata lain, keputusan perceraian harus diambil sebagai remedi terakhir apalagi jika sudah lahir anak-anak dalam RT ini.

DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP KEHIDUPAN ANAK-ANAK

Keputusan untuk bercerai merupakan keputusan berat dan sangat sukar yang harus diambil oleh pasutri. Berbagai pertimbangan perlu diuraikan satu persatu terutama dampak negatif terhadap anak-anak. Perceraian merupakan sebuah proses yang sangat memakan waktu, tenaga, energi, perasaan/emosi. Setelah putusan perceraian dibacakan oleh hakim, proses pasca perceraian berjalan terus seperti: – pemisahan harta perkawinan, alimentasi (kewajiban memberikan nafkah), – penguasaan anak atau kewajiban pengasuhan anak, – perpindahan rumah dan lain sebagainya.

Hal-hal tersebut merupakan hal konkrit dari segi hukum, namun ada dampak yang non konkrit yang terus merongrong jalannya kehidupan dan sangat dirasakan oleh anak-anak seperti misalnya: – perpindahan sekolah dan rumah, – peralihan status ekonomi (tadinya pulang pergi sekolah pakai mobil sekarang pakai kendaraan umum) – hilangnya kepercayaan diri, – kesedihan yang berkepanjangan, – kerinduan terhadap ayah / ibu yang tidak dapat diungkapkan begitu saja, – masalah disekolah seperti ganguan konsentrasi atau pertanyaan-pertanya an yang menyangkut relasi orang tua mereka, atau bahkan cemooh dari teman- teman, – rasa tidak aman karena berada di tengah-tengah 2 (dua) buah bola api yang sewaktu-waktu bisa menyulut mereka atau ketakutan karena hidup dalam suasana yang tegang, pertengkaran dan bahkan adanya kekerasan RT, – perasaan hidup seperti terombang-ambing karena tidak ada kestabilan dalam keluarga, – perasaan seolah-olah mereka harus memilih, membela atau menyalahkan salah satu ortu, dan lain sebagainya.

Pasutri perlu mempunyai kesadaran bahwa anak-anak adalah pihak yang netral. Mereka tidak perlu memilih, memihak atau menyalahkan salah satu ortunya. Kalau mereka ditanya pendapatnya pasti mereka ingin hidup bersama kedua ortunya, tanpa harus dipisahkan karena ortu sudah tidak saling mencintai lagi. Dampak kehidupan ini terus melekat bukan berhenti sampai anak tersebut dewasa tetapi terus mempengaruhi kehidupannya selama di dunia ini dan mempengaruhi keputusan hidup yang harus diambilnya. Tentu saja masing-masing anak akan mencari jalan untuk mengatasi masalah ini, yang satu menggunakan pelarian obat bius dan hal-hal negatif lainnya, yang lain menenggelamkan pikirannya dengan membaca buku dan hal-hal positif lainnya.

Satu hal yang pasti mereka adalah korban dari perbuatan orang tuanya, dan hal ini tentu saja tidak fair. Anak-anak sama sekali tidak tahu apa-apa dan tidak melakukan kesalahan apa-apa serta tidak bisa memilih keadaan yang terbaik untuk mereka, jika keluarga terpaksa tercerai berai. INGATLAH sesulit apapun mempertahankan keutuhan keluarga setelah perselingkuhan dapat memberikan keadaan yang lebih baik dan stabil bagi perkembangan anak-anak. Belum tentu perceraian itu merupakan jalan yang terbaik yang harus diambil bahkan justru dalam berbagai kasus merupakan jalan terburuk bagi kehidupan anak-anak dan menimbulkan trauma bagi kehidupannya dimasa depan.

PENUTUP:

Rusaknya keutuhan keluarga bukan semata-mata bisa dipersalahkan kepada orang ketiga, walaupun orang ketiga ini tentu saja memegang peranan penting. Hal yang pasti adalah bahwa “Kerusakan atau Keutuhan sebuah Keluarga sepenuhnya ada ditangan pasutri ini sendiri” . Kesetiaan adalah sesuatu yang pantas mendapatkan cobaan. Kesetiaan tanpa cobaan bukanlah kesetiaan sejati. Kesetiaan bukan hanya milik pasangan suami-istri tetapi juga Kesetiaan terhadap Allah, Sang Pencipta. Setiap manusia diuji untuk membuktikan kemampuannya apakah dapat tetap setia menjalankan kehendakNYA (termasuk tidak melakukan perselingkuhan) , sehingga pada akhirnya dapat mencapai hasil akhir yaitu kembali kepangkuanNYA setelah meninggalkan dunia ini.

SELAMAT MENGAMBIL KEPUTUSAN.

*) Penulis bekerja sehari-hari sebagai konsultan dalam masalah-masalah Hukum Keluarga Perdata Internasional) . Namun demikian, pengalaman mengajarkan kepada penulis bahwa di dalam praktek, unsur pshysiologis setiap pribadi memegang peranan sangat penting, sehingga pengalaman-pengalam an tersebut sangat menarik untuk dibagikan kepada masyarakat luas.

Diambil dari : Artikel KOMPAS

Posted in Ikatan, Pasutri | Dengan kaitkata: , , | 132 Comments »

Ketika Affair Terjadi

Posted by Siel pada 16 Agustus 2009

Ketika Affair Terjadi

Setiap orang yang akan atau telah menikah tentu mendambakan kehidupan perkawinan yang harmonis, dan setia seumur hidup dengan pasangan. Namun mengapa affair bisa terjadi walau pernikahan terasa baik-baik saja?

Terjadinya affair seringkali tak terkirakan sebelumnya. Terasa seperti mengalir, dan tanpa disadari sudah menjerat demikian dalam . . Kehidupan perkawinan pun berubah menjadi tak seindah dan seromantis harapan semula . Affair bisa terjadi pada siapa saja . Tidak hanya pada orang-orang yang kita anggap menjalani kehidupan dengan seenaknya, namn juga pada mereka yang kita pandang telah menjalani hidupnya dengan baik .Affair tidak hanya dilakoni oleh pria saja, melainkan juga oleh wanita di segala lapisan dan golongan, bahkan tanpa memandang usia . Affair bisa saja terjadi pada pasangan berusia muda, atau pun yang sudah berusia lanjut. Pada dasarnya tidak ada orang yang kebal terhadap perselingkuhan dimana saja dan kapan saja. Ketika seseorang memutuskan untuk mengambil tindakan yang lebih jauh dari sekedar memendam perasaan tertarik, pada saat itulah bibit-bibit affair mulai bersemai.
Ada banyak alasan mengapa sesorang memutuskan untuk menikah. Misalnya karena kebutuhan finansial, seksual, status, emosional, dan sebagainya. Maka ketika kebutuhan-kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, ada kemungkinan akan tumbuh keinginan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Mengapa mereka yang sudah memiliki pasangan melakukan hubungan dengan orang lain? Karena ada kebutuhan lain yang tidak ia peroleh dari pasangannya. Sehingga ketika ada ‘celah’, mereka akan berkata “ini hak gue”. Apalagi dengan kemajuan teknologi pada zaman sekarang ini, seperti handphone, email, dan lain-lain yang memungkinkan seseorang untuk melakukan komunikasi langsung tanpa diketahui oleh orang lain.

Walaupun tidak bisa dipersentasikan, Kasandra mengatakan bahwa affair biasanya terjadi pada pegawai kantoran .Hal itu dimungkinkan karena frekuensi bertemu di kantor cukup sering, apalagi penampilan di kantor yang cenderung rapi dan wangi, sehingga gampang membuat orang lain tertarik.

Mengapa Affair Bisa Terjadi?
Kadangkala orang yang pasangannya melakukan affair dihinggapi perasaan bahwa ada yang kurang atau salah dalam dirinya.Padahal, apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pihak yang setia bukanlah penyebab timbulnya affair. Tentu saja tetap ada kemungkinan bahwa pihak yang setia telah melakukan kesalahan, karena pada dasarnya tidak ada orang yang sempurna. Mungkin ada masalah, namun pasangan mereka memilih jalan yang kurang konstruktif (selingkuh) untuk memecahkan masalah. Jadi penyebabnya adalah ketidakpuasan akan pasangannya, tuntutan dari ia maupun pasangannya yang berlebihan. Tapi ada juga yang pada dasarnya selalu merasa cukup dengan satu pasangan. Semua itu bisa terjadi pada siapa saja. Tidak ada yang salah pada diri mereka yang setia.

Mencari sebuah hubungan emosi merupakan faktor yang sering memicu affair. Seseorang mungkin merasa puas dengan pernikahan, namun karena banyak menghabiskan waktu di kantor dengan rekan kerjanya yang berlawan jenis, ia terdorong untuk melakukan affair. Awalnya mungkin hanya perhatian, saling menggoda, sampai saling tertarik. Tapi apabila ada komitmen dari kedua pihak untuk saling mengintrospeksi tentang peran masing-masing dalam keluarga, akan mencegah terjadinya perselingkuhan.

Namun disisi lain ada dua faktor yang menyebabkan seseorang melakukan affair. Pertama adalah faktor internal seperti: ingin tahu, bosan, kebutuhan untuk membuktikan diri, ingin mendapatkan sesuatu yang lain, atau jatuh cinta pada orang lain. Faktor internal juga bisa disebabkan karena kekaguman terhadap orang yang memiliki ‘power’, kebutuhan akan tantangan, mendapatkan kelegaan karena disakiti atau dendam kepada pasangannya, dan sebagainya.

Faktor kedua adalah pengaruh eksternal. Peluang affair akan semakin terbuka, bila ada kesempatan untuk saling tertarik. Biasanya orang itu sering mendatangi tempat-tempat hiburan yang memungkinkan pertemuan dengan orang-orang baru secara bebas, memiliki kelompok teman yang berpengalaman berselingkuh, dan nilai-nilai moral seksual yang cenderung bebas, serta sering bepergian meninggalkan pasangannya dalam waktu yang relatif lama.

Banyaknya tayangan media – film, soap opera, novel dan sebagainya – mengenai perselingkungan juga dapat membuat orang menjadi ‘terbiasa’ atau membangkitkan rasa ingin tahu untuk mengalaminya. Alasan orang untuk melakukan affair, biasanya bukan karena satu alasan, melainkan lebih dari satu alasan.

Keluar dari affair
Hanya satu kata bagi mereka yang ingin keluar dari affair. “Say stop or quit!”. Berusahalah memperbaiki hubungan dengan pasangan, dan bila perlu carilah pihak ketiga yang matang dan dewasa untuk menjadi penengah bila diperlukan. Fokuslah untuk mencari solusi dalam menghadapi tantangan, atau masalah-masalah yang ada. Akan menjadi rumit bila pelaku affair tetap menginginkan agar perselingkuhan berlanjut.

Kasandra mengatakan, yang perlu dilakukan oleh pelaku affair adalah resistensi diri dan strategi untuk menghindar. Pertama adalah niat. Jika ada gejala-gejala yang kurang baik kita harus menghindar dengan cepat dan berfikir akan keluarga. Tetapi pada saat menolak pun harus hati-hati karena bisa jadi pasangan selingkuh kita justru menjerumuskan diri kita. Selain itu, pasangan pun harus mendukung dan membantu untuk stay away from affair
Dari segi internal, perkuat iman dengan kegiatan yang dapat memperdalam ibadah. Pelajari dan kenali kebutuhan-kebutuhan psikologis diri sendiri, dan mengarahkannya dengan cara yang konstruktif. Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri diperlukan untuk bisa mengenali dan menghindari situasi-situasi yang menggoda. Bila membutuhkan teman bicara, sebaiknya tidak dengan lawan jenis. Bila senang tipe perempuan yang ceria dan mungil, misalnya, sebaiknya hindari situasi yang mungkin dapat mendekatkan dirinya dengan teman atau kenalan dengan profil seperti itu.

Membangun Kembali Keluarga
Affair dapat terjadi pada hubungan yang telah terjalin kuat sekalipun, sehingga meninggalkan perasaan terkhianati, marah, dan bersalah yang mendalam. Menurut Association for Marriage and Family Theraphy, 25 persen pasangan menikah, sulit mengatasi masalah ini. Tetapi adanya dukungan keluarga, teman, psikolog, dan pengertian pasangan, akan memperbesar peluang untuk mengakhiri perselingkuhan, dan kembali membangun hubungan yang lebih kuat.

Meskipun sulit, pasang surut dalam memulai kembali hubungan setelah terjadinya affair adalah sangat wajar. Namun perlu disadari, bahwa dasar yang perlu dibangun pada setiap pasangan adalah kepercayaan. Kepercayaan dibentuk oleh kedua pihak dengan cara menjaga dan bertanggung- jawab dalam melaksanakan komitmen yang dibuat bersama. Pasangan suami istri perlu memperkuat aspek mental, rohani dan psikologis mereka. Godaan-godaan akan selalu ada karena kehidupan berkeluarga itu seperti perjalanan hidup yang senantiasa ada masa ups, dan downs.

Komitmen terhadap kejujuran sangatlah penting. Pasangan yang lebih terbuka dan dapat berkomunikasi dengan baik biasanya lebih kuat menghadapi masalah. Terbuka dan jujur pada pasangan, akan memperkuat hubungan emosi suami-istri dan menghindari kemungkinan sang pasangan berbuat “diam-diam”. Proses diskusi, akan menghilangkan keinginan sesorang untuk mengambil tindakan di luar sepengetahuan pasangannya.
Ia menambahkan, sepanjang tidak menginginkan perselingkuhan, maka lebih mudah bagi pasangan suami istri untuk menepis godaan yang datang. Mereka akan tetap fokus untuk menghadapi setiap tantangan dan kesulitan yang muncul dalam kehidupan. Orang yang memilih untuk selingkuh sebenarnya tidak menyelesaikan masalah lama mereka, tapi malah menambah ‘masalah baru’.

Perlu dipahami bahwa pelaku perselingkuhan telah menyakiti pasangan mereka, sehingga perlu sabar dan lapang dada terhadap reaksi pasangan. Pahami juga bahwa pasangan mereka juga membutuhkan waktu untuk menerima dan memaafkan. Katakan secara baik-baik kepada teman selingkuhnya, bahwa ingin menghentikan hubungan mereka.
Kalau pasangan selingkuhnya – saya sering memanggilnya ‘predator’ – cukup pengertian seharusnya tidak menjadi masalah. Tapi apabila terjadi kerumitan lebih lanjut, misalnya si ‘predator’ tidak mau melepaskan hubungannya, maka berbicaralah dengan asertif dan konsisten. Bila Anda merasa lemah sebaiknya hindari si ‘predator’ itu dan berbicaralah pada pasangan Anda untuk mendapat dukungan dan bantuan

Tips mencegah affair :
1. Terbuka

Kejujuran adalah kunci untuk menghindari affair. Saling terbukalah dengan pasangan dan selalu mendukung satu sama lain.

2.Kedekatan

Buat dan pelihara keintiman baik secara emosi dan seksual.

3.Smart

Jangan terjebak pada pernyataan bahwa manusia tidak luput dari godaan.

4.Waspada

Ketika mulai tertarik pada seseorang, segera ambil jarak sebelum muncul perasaan lebih dalam.

5.Jaga sikap

Kalau Anda merasa mudah membuat orang tergoda,ingatlah bila tidak ingin
terbakar, jangan main api.

6.Percaya

Kepercayaan dibentuk dengan bersikap setia kepada pihak lain. Hindari hal-hal yang membuat kita terpaksa membohongi pasangan.

7.Setia

Kesetiaan adalah cara terbaik untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan dalam suatu perkawinan. Jika merasa tidak puas atau menginginkan pasangan seksual lain, telitilah dari mana datangnya keinginan ini.

8.Hindari

Hindari kemungkinan dan kesempatan untuk bertemu pasangan selingkuh, atau pergi berduaan dengan lawan jenis yang bukan pasangan Anda.

9.Lupakan

Ganti nomer HP atau saluran kontak lainnya, bila perlu.

Diambil dari : Berbagai Sumber

Posted in Ikatan, Pasutri | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »

Lika-Liku Selingkuh

Posted by Siel pada 16 Juli 2009

Lika-Liku Selingkuh

Banyak orang setuju kalau kesetiaan adalah kunci dari kesuksesan sebuah hubungan. Tapi nyatanya banyak yang diam-diam berselingkuh. Seorang psikolog, Paula Hall mengungkapkan mengapa orang memiliki affair dan memberi tips agar hubungan bisa bertahan menghadapinya.

Kenapa Ada Perselingkuhan ?
Kita bisa mencari banyak alasan untuk menjawab pertanyaan di atas. Tetapi biasanya selingkuh adalah tanda adanya keinginan untuk perubahan. Ada sesuatu dalam diri pasangan atau dalam hubungan yang sedang dijalani, tidak sesuai dengan harapan. Dan perselingkuhan memicu perubahan tersebut. Perselingkuhan tidak melulu soal seks. Keintiman yang terjadi antara dua orang dan melanggar kepercayaan pasangannya bisa merupakan sebuah affair.

Tipe-tipe perselingkuhan
Meski banyak alasan mengapa orang berselingkuh, kita bisa menggolongkan affair menjadi beberapa kategori :

The boat-rocking affair – Terjadi ketika seseorang merasa tidak puas dengan hubungannya. Perselingkuhan tanpa disadari menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari masalah dan membuatnya muncul ke permukaan. Affair jenis ini selalu timbul tenggelam.

The exit affair – Terjadi ketika perselingkuhan dijadikan cara untuk lepas dari sebuah hubungan. Bukannya menghadapi masalah dengan pasangannya, ia malah memilih lari dalam perselingkuhan.

The thrill affair – Sebuah hubungan yang terlarang bisa menimbulkan sensasi tersendiri, rasa deg-degan karena takut ketahuan memompa adrenalin dalam tubuh, sehingga hubungan seks yang dilakukan dengan seseorang yang baru terasa begitu menggairahkan. Perselingkuhan pun menjadi terasa romantis dan menarik. Selingkuh itu indah, begitu prinsip mereka.

The three’s company affair – Sebuah affair yang berlangsung tahunan ; bisa disebut juga affair berturut-turut. Ada sebagian orang yang merasa tidak bisa berkomitmen dengan satu orang, orang-orang dalam golongan ini merasa tercekik dalam hubungan monogami. Kehadiran orang ketiga bisa menjadi penyaluran dalam masalah emosi tadi.

Ketika Affair Terbongkar
Saat rahasia akhirnya terkuak, baik berangsur-angsur atau tiba-tiba, shock adalah perasaan yang pertama akan Anda alami. Ketika shock telah lewat, perasaan yang tertinggal adalah marah, sedih, bingung dan mungkin merasa dipermalukan, terutama jika Anda yang melakukan affair.
Kebanyakan orang akan terus bertanya-tanya mengapa semua ini terjadi dan berpikir adakah kemungkinan hubungan mereka bisa diselamatkan.

Kepercayaan adalah resep sebuah hubungan yang sehat dan sering kita abaikan. Kalau Anda adalah pihak yang berselingkuh, Anda harus bekerja dengan keras untuk meyakinkan pasangan bahwa ia adalah cinta sejati Anda dan Anda telah belajar banyak dari kesalahan yang dibuat.

Bagaimana kalau pasangan kita yang berselingkuh ? Anda mungkin akan terus mempertanyakan diri sendiri untuk waktu yang lama. Tetapi ketika masa itu telah lewat, hubungan yang dimiliki akan lebih dilandasi rasa percaya dan rasa aman.

Butuh waktu sebentar untuk menghancurkan kepercayaan, tetapi butuh waktu yang sangat lama untuk membangunnya. Pada mulanya mungkin Anda akan merasa bahwa hubungan tidak akan kembali normal, tetapi dengan kesabaran dan niat yang kuat, semua akan bisa bertahan. Jika dirasa perlu, Anda dan pasangan bisa mendatangi lembaga konseling perkawinan untuk meminta saran. Perselingkuhan adalah titik balik perubahan sebuah hubungan, tetapi tidak selalu tanda akhir dari hubungan.

Diambil dari : Kompas

Posted in Ikatan, Pasutri | Dengan kaitkata: , | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.