Rahasia Bahagia

Bagi Anda Pencari Kebahagiaan Sejati

Posts Tagged ‘bahagia’

Resep Perkawinan Bahagia………..

Posted by Siel pada 24 Februari 2011

Suatu ketika saat saya belajar untuk menjadi trainer dari Zig Ziglar, Krish Dhanam, Global ambasaddor dari Zig Ziglar bercerita kepada saya bahwa orang yang dianggap sukses adalah bila dia bukan hanya sukses dipekerjaannya saja tetapi juga sukses dirumah tangganya. Juga dia pernah berucap, bahwa dia mempunyai sebuah kebiasaan yang indah walaupun dia sering keluar kota bahkan keluar negeri tetap saja dia berbicara kepada istri serta anaknya. Bahkan dia selalu mengucapkan I love you setiap selesai pembicaraan di skype.

Saat saya tanya, apakah dia selalu mengucapkan i love you setiap hari? Dia katakan iya, lalu dia bercerita kepada saya kenapa terjadinya sebuah perselingkuhan. Bisa jadi karena pasangan kita kurang mendapatkan kata atau ucapan sayang dari pasangannya.

Berbeda saat pacaran dulu mungkin akan berhamburan kata sayang atau cinta. Tetapisaat menikah … duhhhh beda banget. Dan ada satu kata dari dia yang cukup bagus, kalau anda tidak mengucapkan kata sayang atau cinta maka suatu saat bisa saja tangki cinta dia akan kosong. Na bila tangki cintanya kosong maka bisa jadi ada orang lain yang mengisinya dengan cara mengatakan cinta. Apakah itu sama saja dengan tidak berabe? Gimana kalau akhirnya dia menangapi kata cinta tadi? Wuihhhhh ….. sudah tahu akhir ceritanya bukan J

Dalam buku Zig Ziglar – See you At The Top ada beberapa resep agar perkawinan tetap menjadi bahagia. Caranya bagaimana? Begini caranya:

1. Mengingat ketika masa anda sedang jatuh cinta kepada dia sebelum menikah

Ingatlah ketika masa pacaran dulu, kenapa anda jatuh cinta kepada dia dan anda selalu berusaha untuk menampilkan yang terbaik dari diri anda kepada pasangan anda. Selalu ramah, sopan, penuh perhatian, bijaksana dan baik. Dan untuk mempertahankan rumah tangga, kuncinya adalah kembali ketika masa anda sebelum menikah

2. Perkawinan bukanlah tawaran 50/50 tetapi memberikan komitmen penuh 100/100

Dalam perkawinan anda harus menyerahkan diri anda kepada pasangan anda. Bukan hanya sekedar agar jangan sakit maka saya kasihnya 50 saja dulu. Lah gimana perkawinan mau langgeng kalau persepi diawal saja sudah salah. Ingat loh. Your perception is your projection.

3. Awali dan akhiri kegiatan setiap hari dengan pernyataan cinta bagi pasangan anda.

Awalnya buat saya setelah menikah 5 tahun untuk memulai kata cinta, wuihhh susahnya setengah mati. Bahkan saya ada klien yang mengatakan, gila apa. Gengsi atau norak ngomong cinta. Lah kok bisa gitu? Mentang-mentang sudah jadi milik dipikir ngga perlu ngomong lagi apa? J percaya deh, begitu anda ngomong sayang dan cinta, wuihhh semua berubah deh.

4. Kejutkanlah dia dengan memberikan hadiah atau kartu

Ini juga kejadian dengan saya, kok saya ngga pernah membeli bunga, eh tahu-tahu kasih bunga, dan istri saya sampai senengnya minta ampun. Awalnya dipikir saya nyeleweng ya makanya ngasih bunga hahahaha…. tapi kenyataannya. Sampai hari ini saya setia tuh dengan pasangan saya yang cantik ini.

5. Nikmatilah waktu bersama dengan dia yang bermutu

Setelah saya menikah 6 tahun, saya menyadari bahwa saya perlu mempunyai kualitas waktu yang berharga dengan istri. Dan menariknya dalam masa sekitar 3 jam itu bersama istri saya, wuihhh berasa kembali ketika masa pacaran dulu. Ingat, kalau jalan-jalan pakailah baju yang terbaik jangan daster yahhh

6. Cobalah menjadi pendengar yang baik

Pendengar yang baik tidaklah terlalu mudah, apalagi maunya bawaannya kalau ngga proteksi malah ngasih nasehat. Kadang pasangan kita ngga membutuhkan nasehat kok. Dia hanya membutuhkan kita untuk mendengarkan dia saja. Coba sekali-kali tahan nafas anda begitu ada kata yang mau keluar dari mulut anda.

7. Jangan buat pasangan anda sebagai pesaing terhadap anak anda untuk mendapatkan perhatian anda

Na, alasan klasik biasanya kalau diajak keluar adalah jangan deh, ajak anak-anak. Kasian deh, ajak merekalah. Lah kalo begini terus. Gimana mau mesra? Ingat, pasangan anda tetaplah manusia yang butuh diperhatikan. Ingat woii, isi tangki cintanya. Siapkan waktu untuk mereka.

8. Apabila terjadi perbedaan paham, itu boleh-boleh saja tetapi anda tidak boleh marah

Marah boleh, beda paham boleh tetapi tetap pegang kata bahwa perbedaan paham itu tidak akan membuat menjadi kata cerai. Kebanyakan perkawinan adalah paling enak ngomong cerai. Jadi hold your breath dan jangan langsung keluarkan kata cerai.
Ingat, semua perbedaan itu pasti mempunyai maksud baik. Hanya mungkin caranya saja yang berbeda.

9. Ingatlah bahwa keluarga harus mempunyai pemimpin yang akan mengambil keputusan walau dalam keadaan sulit sekalipun

Dalam suatu perjalanan rumah tangga kadang sering adanya suatu kondisi yang membutuhkan keputusan. Dan ayah sebagai pemimpin rumah tangga, haruslah bertanggungjawab sebesar-besarnya demi mempertahankan rumah tangga dan buatlah keputusan apapun berkaitan kondisi keluarga dan doakan hasilnya kepada Tuhan.

10. Anda harus berupaya habis-habisan untuk menyenangkan atau memahami pasangan anda

Awalnya saya pernah mendengar yang namanya cinta tanpa syarat. Saya pikir ahhhh teori. Nggak mungkin. Tetapi setelah berjalan 7 tahun menikah, saya akhirnya menemukan arti sesungguhnya cinta tanpa syarat. Cinta tanpa syarat artinya kita menerima kelebihan dan kekurangan pasangan kita apa adanya. Bahkan biar istri saya bangun siang, ngga bisa masak, ngga bisa dandan tetap saja dia adalah istri saya yang saya pilih menjadi pasangan hidup saya. Dan yang paling penting, jangan dengarkan pihak ke tiga yang kadang semakin memperkeruh kondisi keluarga. Belum orang tuanya ngomong, enak aja anak gue diginiin, ngga bisa harus melakukan ini dan itu. Saya sarankan, jangan didengarkan. Ingat anda yang menikah. Bukan orang ketiga tersebut yang menikah. Alasan anda menikah dulu saya yakin pasti kuat bukan?

11. Cobalah resep cinta : 1 cangkir cinta, 2 cangkir kesetiaan, 3 cangkir kesediaan memaafkan, 1 cangkir persahabatan, 5 sendok harapan, 2 sendok kelembutan, 4 liter iman dan 1 barel tertawa.

12. Hendaklah kamu selalu ramah terhadap pasangan anda, penuh kasih mesra dan saling memaafkan

Apakah susah kita bergandengan tangan? Atau memeluk saat jalan? Bahkan saya pernah melihat ada seorang suami istri yang sudah punya 2 orang anak masih
pangku-pangkuan didepan umum. Iri bukan kalau kita melihatnya? Kenapa anda tidak melakukannya? Biarkan orang lain iri melihatnya hahahaha..

 

13. Berdoa bersama-sama

Ajaklah pasangan anda selalu berdoa atau bersembayang bersama. Karena konon Tuhan lebih mendengarkan orang berdoa kalau dalam keluarga itu mau berdoa dan bersembayang bersama-sama. Dan ini menjalin hubungan mesra dengan sang Pencipta.

14. Ingatlah selalu, apabila terjadi pertengkaran yang tidak terhindarkan. Siapa yang memulai untuk menyelesaikannya tidaklah penting.
Namun orang yang memulai itu memperlihatkan kematangan dan cinta yang lebih besar

Dah, jangan gengsi-gengsian. Buruan deh meminta maaf atau menyelesaikannya. Kadang kita suka egois, ngga mau ah. Ngapain gue minta maaf, lah dia yang mulai. Ngga mau. Harga diri gue bisa rusak. Lah ini bukan masalah harga diri tetapi masalah kelangsungan rumah tangga bukan? Bukankah lebih baik manusia itu selalu berpasang-pasangan? Apalagi bisa dengan satu pasangan yang sama. Wuihhhh indahnya bukan?

 

Diambil dari : Antonius Arif
School of Mind Reprogramming

Iklan

Posted in Ikatan, Pasutri, Rahasia Kebahagiaan, Tik Tak Tips | Dengan kaitkata: , , , , | 15 Comments »

Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia

Posted by Siel pada 11 Oktober 2009

Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia

Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.

Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.

Setiap sore, ibu selalu membungkukkan nbadan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun.

Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.

Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin. Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhan saya, tidak  hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.


Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.

Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno. Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami. Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.

Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan. Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik. Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?

Pengorbanan yang dianggap benar. Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini. Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri. Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia.


Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati. Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik! Dengan mimik tidak senang saya berkata :  apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?

Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat
tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap
berkata begitu sama ayah.

Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya. Yang kamu inginkan ?

Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya? Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam
perkawinannya, Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.  terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.

Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia.

Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama. Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu. Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?


Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.

Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakianmu?.dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya. Semua itu tidak penting-lah! ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku. Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikamti kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.

Jalan kebahagiaan

Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku, Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku. Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat. Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar. Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh. Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.

Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan. > Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.


Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota .

Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.

Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan
kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan,
kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai
bertahun-tahun silam.

Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.

Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.

Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga
sudah kecewa dan hancur.

Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang
pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.

Diambil dari : Berbagai Sumber

Posted in Ikatan, Pasutri, Rahasia Kebahagiaan | Dengan kaitkata: , , , | 4 Comments »

Menari di tengah hujan………….

Posted by Siel pada 11 Oktober 2009

Menari di tengah hujan

By : Unknown

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan ?

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding, Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki. Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.

Diambil dari : Berbagai Sumber

Posted in Ikatan, Pasutri, Rahasia Kebahagiaan | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »

Sudahkah anda tersenyum hari ini?

Posted by Siel pada 15 Juni 2009

Senyum mungkin bagi kita adalah hal yang sederhana dan mudah, cukup menarik sudut bibir ke arah samping dan menampakkan gigi. Namun tidak sesederhana itu, kadang tersenyum saat-saat tertentu sangatlah sulit. Terlebih jika kita tidak “mood” untuk tersenyum.Senyum mempunyai hubungan erat  dengan karakter seseorang, karena tidak sedikit ditemukan sifat individu yang “murah senyum”. Senyum banyak dikaitkan dengan perasaan hati, kondisi jiwa dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan, tingkat stres dan daya tarik kita. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu jalan jika ingin awet muda. Senyum diketahui mempunyai manfaat untuk kesehatan, di antaranya yaitu :

  1. Senyum membuat kita lebih menarik. Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh  dari kita , tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.
  2. Senyum mengubah mood kita. Ketika kita merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood kita akan berubah menjadi lebih baik.
  3. Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum. Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda akan disukai oleh banyak orang.
  4. Senyum dapat mengurangi stres. Stres secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa “down”. Jika anda sedang stres cobalah untuk tersenyum, maka stres anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.
  5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda. Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih rileks.
  6. Senyum menurunkan tekanan darah anda. Ketika anda tersenyum, maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah anda.
  7. Senyum mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.
  8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda. Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik.
  9. Senyum membuat anda tampak sukses. Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya. Cobalah tersenyum saat anda melakukan pertemuan dan saat ada janji. Rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat anda akan merasakan sesuatu yang berbeda.
  10. Senyum membuat anda tetap positif. Senyumlah! Lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti tersenyum. Sulitkan? Karena ketika anda tersenyum maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.

Maka jauhkan diri anda dari depresi, stres dan rasa khawatir dengan satu kata yaitu “senyum”, tentu saja dengan memberikan senyum pada tempat dan suasana yang tepat. Jika berlebihan, maka orang lain akan menganggap anda kurang waras . Sudahkan anda tersenyum hari ini?

Diambil dari : Blog Kacahati

(“10 Kebaikan Dibalik Senyuman”)

Posted in Rahasia Kebahagiaan | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »