Rahasia Bahagia

Bagi Anda Pencari Kebahagiaan Sejati

Posts Tagged ‘cerai’

Kiat Bertahan Setelah Melewati Perceraian

Posted by Siel pada 11 Oktober 2009

Kiat Bertahan Setelah Melewati Perceraian
Oleh : Rahmi

Berpisah dari pasangan yang selama ini menjadi bagian hidup, memang menyakitkan. Tapi yang terpenting saat ini adalah bagaimana Anda mengakhiri masa lalu dan kembali memulai hidup baru. Berikut ini beberapa kiat yang mungkin berguna dalam melanjutkan hidup:

1. Tetap perhatikan diri.
Meski bercerai adalah hal yang sangat tak disukai dalam pernikahan, namun kegagalan ini ada baiknya diterima dengan hati lapang. Jangan merasa kalau tak ada lagi yang memperhatikan atau menyayangi Anda, serta merasa terbuang. Beri waktu untuk merenung dan menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna, jadikan kegagalan ini sebagai sebuah pelajaran ke depan.

2. Terima keadaan sebaik-baiknya.
Menjadi sendiri lagi memang berat, apalagi bila Anda terus terbayang dengan kehidupan masa lalu bersama pasangan. Nikmatilah kesendirian ini terlebih dahulu, jangan tergesa-gesa untuk kembali memulai hubungan baru dengan orang lain.

Menjadi sendiri berarti Anda kembali memiliki kebebasan dalam melakukan apapun, misalnya kembali melakukan kegiatan yang dulu sempat ditinggalkan karena pasangan. Buang segala memori yang mengingatkan Anda pada mantan, kalau perlu lakukan sesuatu yang baru yang belum sempat Anda lakukan.

3. Kenali dan lepaskan perasaan.
Kenali perasaan sedih atau marah yang ada di hati Anda, penting bagi Anda untuk mengetahuinya sehingga perasaan itu tak akan membuat Anda melukai diri sendiri. Cobalah lepaskan perasaan itu di selembar kertas, setelah itu sobek dan buang. Enyahkan semua pikiran negatif tentang diri Anda, sebaliknya salurkan perasaan itu melalui olahraga, musik, melukis, menangis, berteriak atau curhat pada sahabat terdekat Anda.

4. Ingat keburukan mantan.
Tak ada gading yang tak retak, ingatlah mengapa penyebab rumah tangga Anda retak. Sehingga Anda akan merasa bahwa apa yang terjadi mungkin demi kebaikan Anda berdua.

5. Hindari kontak emosional.
Hindari melakukan kontak apapun dengan mantan, meski sulit dilakukan karena Anda merasa kesepian. Meski menghubunginya akan membuat Anda tentram, namun ini akan semakin menyulitkan Anda untuk melupakannya. Carilah sumber ketentraman baru, baik dari teman atau keluarga.

6. Lakukan kegiatan baru.
Gunakan kebebasan Anda untuk melakukan hal-hal baru. Anda bisa memanjakan diri dengan melakukan kegiatan yang tak dapat Anda lakukan sebelumnya. Atau gunakan waktu sendiri ini untuk kembali kuliah atau kursus, sehingga Anda pun dapat bertemu dengan orang-orang baru.

7. Jangan terobsesi kesalahan masa lalu.
Yang lalu biarlah berlalu, ambillah pelajaran dari peristiwa yang menyakitkan ini. Kini fokuskan diri Anda pada masa depan, jangan lupa untuk tetap membuka hati pada orang-orang baru, siapa tahu ada seseorang yang bisa menggantikan tempat mantan di sisi Anda.

(Nazz)

Iklan

Posted in Ikatan, Pasutri, Tik Tak Tips | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »

Kita Cerai Saja

Posted by Siel pada 9 Juni 2009

tentang-pernikahan. com – Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling beruntung di muka bumi ini. Bayangkan dari sekian juta wanita di dunia ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya. Kalau aku persempit, dari sekian banyak wanita di negara ini, di propinsi ini, di kota ini, di rumah ibuku yang anak perempuannya 3, aku yang paling bungsu yang dipilih untuk jadi isterinya! Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai isterinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku menjadi sholih dan sholihah.

Aku memanfaatkan pernikahanku sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga. Walaupun begitu… hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu. Ada bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan lain-lain. Aku juga menghadapi yang namanya ketidakcocokan atau selisih paham dengan suamiku, baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham, hampir sepaham, atau apapunlah itu. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila suamiku memang benar dan mengakui kesalahan bila aku memang salah. Aku mencoba bertuturkata lembut menegur kesalahan suamiku dan membantunya memperbaikinya agar ia merubah sikapnya. It’s all about compromising.

Namun apalah daya… pada akhirnya, terucap pula kata itu dari bibir suamiku “kita cerai saja!”. hanya karena sebuah masalah kecil yang tanpa sengaja menjadi besar. Saat itu seperti kudengar suara petir menggelegar di kepalaku. Arsy pun berguncang untuk ke sekian kalinya. Dan hatiku hancur berkeping-keping. Aku menjadi wanita paling pilu sedunia. Tak ada yang kupikirkan selain… yah kita memang harus berpisah! Kuingat kembali pertengkaran- pertengkaran kami sebelumnya.. . Kita memang sudah nggak cocok! Kupikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah aku lakukan namun lebih sering mengingat kesalahan-kesalahan suamiku. Aku menangis sejadi-jadinya hingga dadaku sesak dan airmataku kering. Hari itu menjadi hari paling menyedihkan dalam hidupku. Tak kulihat suamiku di sampingku keesokan paginya. Entah kemana ia. Tanpa sadar aku, layaknya aktris berakting di sinetron-sinetron, memandangi foto-foto kami dulu dengan berlinang airmata. Ngiris hati ini. Andai saja ada lagu Goodbye dari Air Supply yang mengiringiku, tentu semuanya menjadi scene yang sempurna.

Sekilas kenangan lama bermunculan di benakku. Aku teringat pertama kali aku bertemu suamiku, teringat apa yang aku rasakan saat ia melamarku. Aku tersenyum kecil hingga akhirnya tertawa saat mengingat malam pertamaku. Ha ha ha. Anak-anakku datang saat melihat ibu mereka ini tertawa, memelukku tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Mereka masih kecil-kecil. Kupandangi mereka satu per satu…. Mereka mirip ayahnya. Aku jadi teringat saat pertama kali kukatakan padanya bahwa ia akan menjadi ayah. Hhmmm… Ku lalui hari-hari penuh kekhawatiran bersamanya, menunggu kelahiran buah cinta kami. Dengan penuh kasih sayang, suamiku memegang tanganku, mencoba menenangkanku saat sang khalifah baru lahir, walaupun kutahu ia hampir saja pingsan. Keningku diciumnya saat semuanya berakhir walaupun wajahku penuh keringat saat itu. Saat kubuka mataku, di sampingku ia duduk menggendong bayi mungil itu. Bersamanya, kubeli tiket ke surga… “Mi, abi mana?” suara anakku mengejutkan lamunanku. Tak sanggup kumenjawabnya. Hampir saja aku menangis lagi.

Tiba-tiba kulihat sesosok bayangan dari balik dinding. Suamiku datang. Rupanya tadi malam ia tidur di masjid. Ia melihatku bersama anak-anakku. Mereka berhamburan menyambut ayahnya, memeluk lututnya karena mereka belum cukup tinggi menggapai bahu ayahnya itu. Ia membawakan makanan untuk mereka. Saat anak-anak sibuk dengan makanan itu, ia menghampiriku. Aku mencoba untuk biasa dan kuajak ia melihat foto-foto lama kami. Bernostalgia. Aku tertawa bersamanya. Mengingat yang telah lewat. Sesekali ia memandangku lembut. Aku tahu ia sedang berfikir. Namun aku khawatir ia sedang meyakinkan hatinya untuk benar-benar menceraikan aku dan mengatur kata-kata agar aku dapat menerima keputusannya. Saat ia diam dan memandangku dalam-dalam, kukatakan padanya bahwa aku merindukannya sejak tadi malam. Ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia pun merasakan hal yang sama. Hatiku lega.

Kututup album foto itu dan kukatakan padanya bahwa selain dari semua kekuranganku tentu ada kelebihanku, selain dari semua yang tidak disukainya tentu ada yang disukainya, selain dari semua ketidakcocokan kita tentu ada bagian yang cocok. “Bila tidak, apa alasan Abang mau menikahi Dinda dulu? Dan .. bagaimana mungkin kita bisa bertahan selama ini?” Ia mencium keningku. Kurasakan air mata mengalir hangat di pipiku. Tapi bukan air mataku… “Allah memang hanya menciptakan Dinda buat Abang… Maafin Abang ya…” Kuusap air mata dari pipinya dan ia membaringkan kepalanya di pangkuanku.. . “Maafin Dinda juga ya, Bang…” Entah apa yang membuatnya berubah pikiran. Aku tak ingin menanyakannya. Hanya dengan berada di sisiku pagi itu, aku rasa aku tahu jawabannya.. .

Princess LL Pernikahan itu bisa berumur panjang bila ada usaha untuk memanjangkannya dan bisa berumur pendek bila tidak ada yang mau berfikir panjang.

(Untuk pangeranku, aku ingin beranjak tua bersamamu… atas izin Allah)

Dari cerita di atas kita dapat mengetahui pengalaman hidup pasutri dimana keegoisan masih menguasai hati masing2. Akan tetapi ketika mereka melihat masa depan keluarga yaitu anak2 dan melihat masa lalu yaitu sebuah alasan yang menghasilkan komitmen berumah tangga, berpikirlah mengapa rumah tangga ini didirikan. Dan betul apa yang dikatakan oleh mereka (tentang pernikahan.com) bahwa pernikahan atau yang saya sebut kehidupan yang bahagia itu diusahakan/diperjuangkan bukan di cari. Walaupun ini hanya suatu contoh kecil namun saya berharap dapat diambil inti sarinya untuk kehidupan anda sekalian.

Posted in Ikatan, Pasutri, Rahasia Kebahagiaan | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »